Tampilkan postingan dengan label pedagang keliling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pedagang keliling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

semanggi


Dulu penjual makanan khas suroboyo ini,berpenampilan menggunakan kebaya lengkap dan menggendong kerajang besar dari bambu dengan selendang sebagai pengikatnya dan menenteng krupuk puli nya,makanan khas ini dikenal dengan semanggi suroboyo,makanan yang bahan utamanya sayuran semanggi dan bumbunya dari ketela (ubi)yang di tumbuk,petis,dan sambal dan kerupuk puli(kerupuk yang terbuat dari nasi )dan daun pisang sebagai wadah dengan dibentuk menjadi pencuk(istilah surabaya nya)....saya tadi beli satu pencuk seharga 7ribu buat sarapan...hhmm manttaf...




Sabtu, 22 November 2014

simbah

"Seng sabar,ancene iki wes penggawean e awak dewe sepi rame di tunggoi"ujar si mbah ini kepada teman dagang disebelahnya yang terus mengajak pulang .waktu baru menujuk 7.30 malam keadaan stasiun kereta pasar turi sudah agak lengang tak seramai siang tadi kereta dari jurusan jakarta,cirebon semarang sudah menurunkan penumpangnya di stasiun ps turi sebagai peberhentian terakhir.tapi kedua perempuan ini masih setia menunggui jualannya dan sesekali menawarkan dagangannya kepada orang yg lewat siapa tau ada yg tertarik membeli dagangannya,sekarang mereka sudah tak bisa sebebas seperti dulu bisa jualan di atas kereta,mereka pun hanya bisa jualan di sore hari sehabis magrib itu pun hanya bisa jualan di area parkir.dua perempuam ini sudah 20 tahun lebih memjadi penjual asongan di kereta,mereka sekarang tak bisa jualan di siang hari dilingkungan area dalam stasiun ,tak luput ucapan do'a keluar dari si mbah ini kepada pembeli yg mau beli dagangannya...


Rabu, 19 November 2014

kue putu



Kue putu(seperti nama orang bali),dibuat dari beras ketan yg sudah diremdam di tambah gula merah di masukkan dalam batang batang bambu yg sudah di potong potong lalu di tanak..matang ditaburin kelapa parut...di santap hangat hangat..mantap..!

Bak



NEVER GIVE UP..penjual bag air,se pagi ini sudah menjelajah kampung-kampung untuk menawarkan barang dagangannya,..untuk menarik pembeli sang pedang ini mengadu membenturkan barang dagangannya yang di pegang satu di tangan kanan dan satu tangan kiri hingga menimbulkan bunyi bruak..bruak...biar menibulkan kesan barang yg dijajahkan kuat dan tak mudah pecah,klou yg ngga punya tangan mungkin cara menarik pembelinya beda yaa..kadang kesempatan atau modal bisa menjadi penghalang,setidaknya pedagang ini sudah tampil berani dan tak malu demi dagangannya laku..

Dhe Har

"Semua sudah diberikan Allah kepada saya,sekarang hanya ingin selalu di beri kesehatan,bisa mendo'akan anak dan cucu ,klou jualan ini sebuah pekerjaan sebagai ladang ibadah saya"ucap dhe har dengan lugas berujar,wanita yang sudah menginjak usia 72 tahun ini masih begitu semangat menjajakan keliling kue dagangannya,dia melakoni usah ini sejak tahun 1987 setelah hijrah dari kota asal kertosono ke surabaya,hampir 27 tahun dhe har mejual kue kue ini setiap hari nya di pagi dan sore hari,ya lumayanlah klou pagi berangkat jam 6 sampai jam 10 bisa dapat 20 ribu,dan sore biasanya habis ashar dhe har kembali jualan sampai menjelang maghrib bisa 15 -20 ribu,di surabaya ini dhe har tinggal sebatang kara,karena 2 anaknya menjadi orang urban di jakarta sekitar 17 th yg lalu,dia tinggal di sebuah kost kost an petak berukuran 3x3 meter,pernah suatu ketika di tawarin salah satu anak ikut tinggal di jakarta,tapi dia tidak mau dan lebih memilih tinggal di surabaya,di awal dhe har masuk kota surabaya ini pernah kerja sebagai kuli bangunan di sebuah proyek perumahan dan waktu gajian sang mandor proyek tak memberikan upahnya ujarnya mengenang....

samiler

Entah sudah berapa kilo meter kaki ini melangkah dari siang hingga malam menjelang menyusuri jalan beraspal dan jalan di gang-gang,haus ataupun lapar sedikit mungkin dilupakan,ataupun ditahan..beban hidup di ubah dipikul menjadi asa..melangkah menuruti suara hati ingin membawa hasil dan segera pulang temui anak istri yang sedang menanti...
Entah sudah berapa kilo meter kaki ini melangkah dari siang hingga malam menjelang menyusuri jalan beraspal dan jalan di gang-gang,haus ataupun lapar sedikit mungkin dilupakan,ataupun ditahan..beban hidup di ubah dipikul menjadi asa..melangkah menuruti suara hati ingin membawa hasil dan segera pulang temui anak istri yang sedang menanti...


Selasa, 18 November 2014

sol sepatu

Memperbaiki atau menjahit kembali sandal atau pun sepatu yang rusak ataupun yang baru dibeli agar kembali bisa dipakai atau sekedar merkuat jahitan sandal atau pun sepatu yang baru di beli..tukang sol sepatu...selamat mencari nafkah...bekerja..bekerja...

 

mbok kha

Panggilannya mbok kha,sejak era 70'an..wanita berdarah madura ini berjualan bubur,lupis,kelanting keliling mulai satu pencuk bubur seharga seringgit(5rupiah di bagi dua)..hingga hari ini 8 nov 2014 tekun menjalani pekerjaannya ini dengan berjalan kaki menjajahkan buburnya menyusuri jalanan di kampungku..saya salah satu pelanggan buburnya dari saya kanak kanak hingga sekarang,bagi saya dia adalah wanita istiqmah di bidangnya...mbok kha adalah legenda hidup di salah satu kuliner jajanan tradisional yang masih bertahan....bekerja..bekerja dan bekerja...

Lontong balap suroboyo,seng dodol cak so arek ngingas sidoarjo,limang ewu sak piring rekkk

Pak Darto

Pak darto,di usia senja nya hampir 80 th...dengan sepeda usangnya dia kayuh menjajakan tempe...dengan sisa tenaga rentah dia tetap semangat...setiap harinya.berangkat jam 3 pagi ketempat pembuatan tempe...tampak lelah hingga tertidur sambil duduk..bukan sekedar mencari nafkah tapi lebih dari itu untuk mengisi waktu dan tak mau hanya berpangku tangan...bekerja..bekerja....

Yuk Saropah

Yu saropah,pedagang gorengan keliling mengais rejeki di gang-gang kecil dekat rumahku,tak kenal hujan atau pun panas,sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya....bekerja,..!!